Friday, February 29, 2008

Bila rindu terlalu mendalam

Harini rasa terlalu lama...terlalu rindu pada anak comel di kampung. Berat dugaan dan himpitan perasaan minggu ini. Aku redha. Aku pasti akan satu perkara...dia takkan menguji kalau aku tak kuat.
Untuk hubby yang disayangi...terima kasih kerana banyak menyokong. Terasa begitu bernilai. Di saat tiada si buah hati di tepi bahu ketika tidur. Terima kasih kerana menjaga hati dan melayan segala kerenah. Minggu ini memang penuh dengan kesakitan.

Terasa suker dengan ayat seseorang...

I love Allah for giving me strength to go thru this hurdle… and I love you, husband, for being so supportive!

Comel!

kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci

ingin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri

pecahkan saja gelasnya biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh

ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya biar terdera

atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai...

*******************************************************

di saat waktu berhenti, kosong..
dimensi membutakan mata,
memekakkan telinga,
lalu diri menjadi hampa,
saat paradigma dunia tak lagi digunakan untuk menerka,
sadarku akan hadirMU,
mematahkan sendi2 yang tegak berdiri...

No comments: